Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial dan resiliensi dalam memprediksi kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami stres akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 120 remaja berusia 13-18 tahun di Indonesia, dengan tingkat stres akademik sedang hingga tinggi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur kesejahteraan psikologis, stres akademik, dukungan sosial, dan resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan resiliensi secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan psikologis remaja yang mengalami stres akademik, dengan kemampuan menjelaskan variansi sebesar 62,8%. Namun, secara parsial hanya resiliensi yang menunjukkan pengaruh signifikan, yang mengindikasikan bahwa kapasitas internal remaja dalam menghadapi tekanan memiliki peran lebih dominan. Dukungan sosial tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan, meskipun salah satu dimensinya, yaitu reliable alliance, ditemukan berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua bentuk dukungan sosial memiliki efektivitas yang sama, serta menekankan pentingnya penguatan resiliensi dan kualitas hubungan interpersonal dalam meningkatkan kesejahteraan psikologi remaja.
Copyrights © 2026