Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai kedamaian yang terkandung dalam cerita rakyat Bugis-Makassar yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya memperkuat pendidikan nilai kedamaian melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Cerita rakyat Bugis-Makassar yang dikaji dalam penelitian ini ialah cerita rakyat La Upe dan Ibu Tiri, Putri Tandampalik, dan Sawerigading & We Tenriabeng. Dalam menganalisis data, penelitian ini berfokus pada pengklaisifikasian wujud nilai kedamaian menurut Lincoln dan Amalee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan wujud nilai kedamaian yang terkandung dalam cerita rakyat La Upe dan Ibu Tiri, Putri Tandampalik, dan Sawerigading & We Tenriabeng berupa nilai kedamaian menerima diri, menghindari prasangka buruk, menghargai sukuisme, menghargai perbedaan status ekonomi, menghargai perbedaan kelompok, pengelolaan konflik, menolak kekerasan, mengakui kesalahan, dan memaafkan. Wujud nilai kedamaian tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya sebagai materi ajar dalam menulis cerpen.
Copyrights © 2026