Penelitian ini mengkaji model perencanaan program literasi yang diimplementasikan di 16 Madrasah Tsanawiyah dalam Wilayah Kerja 5 Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menjawab kesenjangan pemahaman tentang bagaimana madrasah merancang program literasi komprehensif yang mengintegrasikan literasi baca tulis, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan dalam kerangka pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, pustakawan, dan siswa, dilengkapi observasi langsung serta analisis dokumen. Temuan mengungkapkan heterogenitas signifikan dalam kualitas perencanaan, dengan lima madrasah mencapai kategori sangat baik melalui dokumentasi sistematis, pelibatan aktif pemangku kepentingan, integrasi anggaran, dan periodisasi terstruktur. Sebaliknya, empat madrasah menunjukkan perencanaan tidak memadai yang ditandai dokumentasi minimal, absennya pustakawan, dan ketiadaan alokasi anggaran. Determinan kualitas perencanaan meliputi kepemimpinan visioner, kompetensi sumber daya manusia, alokasi anggaran memadai, dan kolaborasi antar komponen. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan kerangka perencanaan literasi holistik bagi madrasah yang dapat dijadikan model rujukan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan budaya literasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026