Penelitian ini bertujuan untuk meninjau performativitas gender dan pembentukan identitas diri dalam film Lovely Man melalui perspektif Judith Butler. Metode yang digunakan pada penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa observasi melalui adegan dan dialog dalam film. Hasil penelitian yang dihasilkan adalah, identitas gender tokoh Syaiful atau Ipul tidak bersifat tetap tetapi terbentuk melalui tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari. Penampilan sebagai transpuan yang ditampilkan dari cara berpakian, gestur serta interaksi sosial menunjukkan bahwa gender adalah sesuatu yang dilakukan dan bukanlah sesuatu yang melekat secara alami. Lalu film ini menampilkan adanya identitas ganda yang di jalani oleh Syaiful, yaitu tokoh sebagai ayah dan sebagai transpuan di ruang publik yang dimana sering kali mendorong perbincangan karena adanya norma heteronormatif dari masyarakat. Melalui penelitian ini, disimpulkan bahwa film Lovely Man menghadirkan representasi gender sebagai sesuatu yang tidak linier namun terbentuk dari adanya proses sosial di masyarakat.
Copyrights © 2026