Tingginya tuntutan akademik yang dihadapi mahasiswa seringkali menimbulkan kelelahan fisik dan emosional yang berujung pada burnout akademik. Kondisi ini memerlukan kemampuan regulasi diri agar mahasiswa mampu mengelola tekanan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi diri dalam mengatasi burnout akademik pada mahasiswa dalam perspektif psikologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap 10 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi diri membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik melalui pengendalian emosi, pengelolaan aktivitas belajar, serta pendekatan spiritual seperti doa dan ibadah.
Copyrights © 2026