Bakteri pembentuk endospora seperti Bacillus subtilis memerlukan teknik pewarnaan khusus untuk identifikasinya. Metode Schaeffer-Fulton menggunakan malachite green sebagai pewarna utama dan safranin sebagai pewarna kontras. Tahap pelunturan berperan penting dalam menghasilkan kontras warna yang jelas antara spora dan sel vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi penggunaan asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) sebagai peluntur malachite green pada pewarnaan spora metode Schaeffer-Fulton yang dianalisis secara spektrofotometri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi peluntur H2SO4 0,5% dan I%, serta HCl 0,5% dan 1%. Data dianalisis menggunakan Uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai F-hitung 196621,2 lebih besar dari F-tabel 2,603 dengan p-value 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa HCl 1% menghasilkan nilai absorbansi sisa zat warna paling rendah (1,587) sehingga merupakan peluntur paling efektif.
Copyrights © 2026