Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda. SMP Negeri 12 Yogyakarta memiliki lingkungan hijau yang menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar, namun pengelolaan sampah di sekolah ini masih berfokus pada plastik. Alat pengolahan sampah organik yang tersedia dari pemerintah belum dimanfaatkan optimal akibat minimnya pendampingan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan civitas sekolah melalui workshop dan praktik kolaboratif pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan alat pencacah dan bio-aktivator. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik pencacahan dan komposting, serta evaluasi kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa dari 25 peserta pelatihan, 20 orang mampu mengoperasikan alat pencacah secara mandiri.peningkatan pemahaman guru dan siswa mengenai pengelolaan sampah organik, terbentuknya praktik kolaboratif dalam pengolahan sampah, serta produk kompos yang dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah. Kegiatan ini berhasil menginisiasi sekolah sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dan memperkuat kolaborasi sekolah–universitas.
Copyrights © 2026