Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
Vol. 7 No. 01 (2026)

Crossing the World, Finding the Self: Self-Reflection in Postcolonial Travel Writing by Hanum Salsabiela Rais

Nur Rahmawati, Risma (Unknown)
Faruk (Unknown)
Udasmoro, Wening (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 May 2026

Abstract

Travel writing is a genre that flourishes not only in the West but also in the East. The narrators not only report the foreign areas they visit, including their languages, cultures, people, and customs, but also use travel writing as a medium to express who they are when they are in the foreign areas. This research aims to explore how Hanum Salsabiela Rais identifies herself or expresses her “selfness” when she is in Europe and America areas in her works including 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2014), Faith & City (2018), and Sangkala di Langit Andalusia (2022). This study is qualitative research. The data used include words, sentences, and dialogues relating to the narrator’s self-expression when she is in Europe and America. The data were collected through close reading and document analysis, including note-taking, while the data were analyzed using Creswell’s procedure combined with Carl Thompson’s principles in his book entitled Travel Writing: The Critical Idiom (2011). The results of the research show that Hanum can be categorized as a romantic individual and a tourist. In addition, this research found that the most prominent form of selfness is self-reflection. Hanum utilized her exploration in Europe and America to find or to reflect on herself as a Muslim.   Tulisan perjalanan menjadi genre yang tumbuh subur, tidak hanya di wilayah Barat tetapi juga wilayah Timur. Para penulis tidak hanya memberitakan wilayah asing yang dikunjungi meliputi bahasanya, budayanya, orang-orangnya, dan adat istiadat mereka. Akan tetapi, tulisan perjalanan menjadi media penulis untuk menunjukkan siapa dirinya saat berada di wilayah asing. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengeksplorasi bagaimana Hanum Salsabiela Rais mengidentifikasi diri atau menunjukkan ke-Diri-an saat berada di wilayah Eropa dan Amerika dalam keempat karyanya meliputi: 99 Cahaya di Langit Eropa (2013), Bulan Terbelah di Langit Amerika (2014), Fait & City (2018), dan Sangkala di Langit Andalusia (2022). Jenis penelitian dalam artikel ini yaitu kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata, kalimat, dan dialog yang berhubungan dengan pengungkapan diri penulisnya saat berada di Eropa dan Amerika. Metode pengumpulan data berupa simak dan catat, sedangkan metode analisis data menggunakan langkah-langkah milik Creswell yang dipadukan dengan konsep Carl Thompson dalam bukunya berjudul Travel Writing: the Critical idiom (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hanum dapat dikategorikan sebagai diri romantik dan diri wisatawan. Di samping itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedirian yang menonjol adalah diri refeksi atau self-reflection. Hanum memanfaatkan penjelajahan di Eropa dan Amerika untuk menemukan atau mereflesikan dirinya sebagai seorang Muslim.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tabasa

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya facilitates and disseminates scientific articles from academics, teachers, and observers of Indonesian language and literature which includes the following focus and scope. 1. Indonesian language and its development 2. Indonesian literature ...