Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons publik terhadap fenomena panic buying BBM di Kota Medan akibat bencana banjir tahun 2025 pada platform TikTok. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis konten kualitatif melalui observasi terhadap konten dan komentar pada akun TikTok @kurir.kribo.lantham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons publik yang muncul dalam kolom komentar bersifat beragam dan mencerminkan dinamika persepsi masyarakat dalam situasi krisis. Respons tersebut meliputi aspek afektif berupa ekspresi emosi, aspek kognitif berupa opini dan penjelasan, kritik sosial terhadap pemerintah, serta humor atau sarkasme sebagai bentuk respons alternatif. Konten visual dan narasi yang ditampilkan berperan sebagai stimulus yang memperkuat persepsi krisis, sehingga memicu terbentuknya respons publik yang tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif. Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan makna dan respons publik terhadap fenomena panic buying BBM di Medan
Copyrights © 2026