Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan moral Generasi Alpha yang tumbuh dalam ekosistem digital dengan paparan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan yang sangat intensif. Kondisi tersebut menuntut pembelajaran tahfidz Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada hafalan tekstual, tetapi juga pada internalisasi nilai akhlak Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai akhlak dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an bagi Generasi Alpha serta merumuskan strategi pendidikan yang relevan dengan karakteristik anak digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif noninteraktif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis isi dan analisis wacana terhadap literatur pendidikan Islam, tahfidz, dan perkembangan Generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai muraqabah, tabayyun, tawadhu’, amanah, sabar, dan tanggung jawab berperan penting sebagai fondasi spiritual sekaligus etika digital peserta didik. Pembelajaran tahfidz yang hanya menekankan hafalan mekanis berisiko mengabaikan pemahaman, penghayatan, dan pembentukan karakter. Guru memiliki peran strategis sebagai murabbi dan uswah hasanah yang membimbing peserta didik secara moral, spiritual, dan emosional. Strategi integratif dapat dilakukan melalui tadabbur singkat, pembiasaan adab, pemanfaatan media digital secara proporsional, serta kolaborasi lembaga tahfidz dan orang tua. Dengan demikian, tahfidz Al-Qur’an berimplikasi pada pembentukan Generasi Alpha yang religius, berakhlak, adaptif, dan bijak bermedia.Jumlah kata kunci 3-5 kata.
Copyrights © 2026