Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Meta AI sebagai konselor virtual dalam curhat digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental di kalangan generasi Z serta kecenderungan mereka mencari dukungan emosional melalui media digital yang mudah diakses dan anonim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner daring yang diisi oleh 350 mahasiswa Universitas Negeri Medan. Instrumen penelitian disusun berdasarkan lima aspek model penerimaan teknologi (TAM): Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Usage. Hasil menunjukkan bahwa Meta AI dinilai cukup mudah digunakan (65%) dan bermanfaat (63,2%) sebagai media curhat digital. Sikap pengguna tergolong positif (58,9%), meskipun empati buatan masih dirasakan terbatas. Niat penggunaan di masa depan (56,9%) serta pengalaman nyata (55,5%) menunjukkan bahwa Meta AI belum sepenuhnya terintegrasi dalam rutinitas mahasiswa. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki pengalaman yang cukup banyak terhadap Meta AI yang digunakan dalam curhat digital dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga memunculkan persepsi positif dikalangan Mahasiswa Universitas Negeri Medan.
Copyrights © 2026