Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan pemakaian ragam bahasa baku dalam karya ilmiah mahasiswa serta menentukan jenis kesalahan yang paling dominan. Ragam bahasa baku merupakan ciri utama penulisan ilmiah yang mencakup aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen. Sumber data berupa karya tulis ilmiah mahasiswa (makalah dan artikel) dari beberapa perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak terjadi pada tataran ejaan (40%–45%), khususnya pemakaian huruf kapital, penulisan kata depan, dan penggunaan tanda baca. Kesalahan pada tataran morfologis (32,5%) didominasi oleh afiksasi yang tidak tepat, sedangkan kesalahan sintaksis (21,7%) meliputi ketidaklengkapan unsur kalimat dan penggunaan konjungsi yang tidak baku. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembelajaran bahasa Indonesia baku dan pelatihan penyuntingan mandiri (swasunting) di lingkungan akademik.
Copyrights © 2026