Perundungan ditingkat Sekolah Dasar merupakan fenomena serius yang berdampak negatifterhadap perkembangan psikologis, sosialdan akademik siswa. Fenomena ini memerlukan intervensi preventif dan kuratif yang tidak hanya mengandalkan peran guru, tetapi juga memanfaatkan dinamika kelompok sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis efektivitas pendekatan peer counseling(konseling sebaya) sebagai strategi untuk menurunkan angka perundungan di lingkungan Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur relevan mengenai konseling sebaya, perilaku agrasif anak, dan manajemen konflik di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peer counselingmemiliki potensi signifikan dalam menangani perundungan di sekolah karena siswa cenderung lebih terbuka, merasa nyaman, dan memiliki kesamaan bahasa pada saat berinteraksi pada teman sebaya dibandingkan dengan orang dewasa atau Guru. Secara teoritis pendekatan ini bekerja melalui mekanisme internalisasi nilai empati, pengembangan keterampilan sosial, dan peran teman sebaya sebagai agen perubahan yang mampu memutus rantai perundungan sejak dini. Penelitian ini merekomendasikan bahwa implementasi peer counselingdi sekolah dasar perlu didukung dengan pelatihan keterampilan dasar konseling bagi siswa yang terpilih serta pendampingan intensif dari guru Bimbingan dan Konseling atau Wali Kelas.
Copyrights © 2026