Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil estimasi VO2Max antara empat metode tes lapangan yang berbeda, yaitu Multistage Fitness Test (MFT), Tes Rockport, Tes Cooper, dan Tes Balke. Metode penelitian yang digunakan adalah (Quasi-Experimental) dengan desain One Group Repeated Measures Design. Subjek penelitian terdiri dari 14 atlet Tarung Derajat Kabupaten Bantul yang mengikuti seluruh rangkaian tes tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata estimasi VO2Max di antara keempat metode yang diuji (p = 0,001). Analisis menunjukkan bahwa Tes Cooper memberikan hasil estimasi yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan ketiga metode lainnya karena faktor psikologis pacing mandiri. Simpulan dari penelitian ini adalah pemilihan instrumen tes lapangan memengaruhi nilai estimasi VO2Max yang dihasilkan. Praktisi olahraga disarankan untuk menggunakan instrumen yang konsisten dalam pemantauan fisik guna menghindari bias.
Copyrights © 2026