Pendahuluan: Sanitasi layak merupakan hak dasar untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan higienis. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, dengan ribuan rumah tangga di DKI Jakarta masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Di Jakarta Barat, hanya 17,8% kelurahan yang berstatus bebas BABS pada tahun 2021. Kecamatan Taman Sari menjadi salah satu wilayah dengan angka Open Defecation (OD) tertinggi, khususnya di Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar pada tahun 2023. Sejak 2019, program STBM pilar pertama telah diterapkan untuk menurunkan angka OD. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program STBM di wilayah Puskesmas Kecamatan Taman Sari tahun 2023–2024 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penurunan angka OD. Tujuan: Untuk melihat gambaran angka perilaku Open Defecation pada wilayah Kecamatan Taman Sari tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling, dengan memanfaatkan data sekunder yang tercatat di Puskesmas Taman Sari pada tahun 2023–2024. Hasil: Status OD pada Kelurahan Taman Sari dari tahun 2023 hingga 2024 memiliki jumlah 0. Terdapat penurunan OD pada kelurahan Krukut, Pinangsia, Maphar, dan Tangki. Kelurahan Glodok, Mangga Besar, dan Keagungan tidak terjadi perubahan OD sejak tahun 2023 hingga 2024. Kesimpulan: Pada tahun 2023–2024, Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar mencatat angka OD tertinggi. Meskipun di Kelurahan Keagungan terjadi peningkatan jumlah KK dan pembangunan septic tank, namun tidak terjadi penurunan angka OD. Penurunan angka OD tertinggi terjadi di Kelurahan Maphar, sementara capaian OD terendah terdapat di Kelurahan Taman Sari. Beberapa kelurahan seperti Glodok, Keagungan, dan Mangga Besar tidak menunjukkan penurunan angka OD.
Copyrights © 2026