Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation between oral health behaviors and dental caries on substance use disorder : Study cross-sectional Fadhila, Putri Khansa; Lestari, Sri; Asia, Rr Asyurati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i1.61487

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Drug abuse can cause dental and oral health problems such as dental caries. One of the contributing factors is the behavior of ignoring dental and oral hygiene. Several studies state that the incidence of dental caries in substance use disorder can be caused by a lack of dental and oral health maintenance behavior. This study aims to determine the association between oral health behaviors and dental caries in substance use disorder at the Rehabilitation Center of the National Narcotics Board Lido Bogor. Methods: This research method is analytic observational with cross-sectional design.  The minimum sample size in this study used the lemeshow formula and obtained 80 samples. The number of samples used in this study were 100 respondents. Data collection on oral health behaviors using questionnaires (knowledge, attitudes, and practices) and dental caries data using the WHO dental caries index. Data were analyzed using bivariate analysis and statistical tests using the Spearman correlation test. Results: The results showed that most respondents had oral health behaviors in the moderate category at 48%. The average DMF-T and dental caries prevalence of respondents were 9.4 and 97%. The results of the Spearman correlation test, obtained a correlation coefficient (r) of - 0.822 and a significance value p < 0.001 which shows that the two variables have a strong and significant relationship. The negative sign indicates that the better the respondent's behavior, the lower the dental caries index value and vice versa. Conclusions: There is a negative correlation between oral health behavior and dental caries on substance use disorder.KEY WORDS: Substance use disorder, oral health behavior, dental cariesKorelasi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada penyalahguna narkoba: Studi cross-sectionalABSTRAKPendahuluan: Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies gigi. Salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kejadian karies gigi pada penyalahguna narkoba dapat disebabkan karena kurangnya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada penyalahguna narkoba. Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional.  Besar sampel minimum pada penelitian ini menggunakan rumus lemeshow dan didapatkan sebesar 80 sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden. Pengumpulan data perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menggunakan kuesioner (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dan pengumpulan data karies gigi dengan pemeriksaan gigi dan mulut menggunakan indeks karies gigi WHO. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariate dan uji statistic menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori cukup sebesar 48%. Didapatkan DMF-T rerata dan prevalensi karies gigi responden adalah 9,4 dan 97%. Hasil uji korelasi Spearman, didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,822 dan nilai signifikansi p<0,001 yang menunjukkan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dan signifikan. Tanda negatif menunjukkan jika semakin baik perilaku responden, maka semakin rendah nilai indeks karies giginya begitupun sebaliknya. Simpulan: Terdapat korelasi negatif antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada para penyalahguna narkoba.KATA KUNCI: Penyalahguna narkoba, perilaku kesehatan gigi dan mulut, karies gigi
Gambaran Angka Perilaku Open Defecation di Wilayah Kecamatan Taman Sari Tahun 2023-2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Febryanti, Anisa; Setiawan, Jeremy Iwan; Rachma, Nindya Lutfia; Berliana, Dinda; Husain, Syafia; Safiri, Alfira; Prayorina, Namita; Saldy, Aqila Fildzah Safira; Fadhila, Putri Khansa; Tjie, Shirley
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4130

Abstract

Pendahuluan: Sanitasi layak merupakan hak dasar untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan higienis. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan, dengan ribuan rumah tangga di DKI Jakarta masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Di Jakarta Barat, hanya 17,8% kelurahan yang berstatus bebas BABS pada tahun 2021. Kecamatan Taman Sari menjadi salah satu wilayah dengan angka Open Defecation (OD) tertinggi, khususnya di Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar pada tahun 2023. Sejak 2019, program STBM pilar pertama telah diterapkan untuk menurunkan angka OD. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program STBM di wilayah Puskesmas Kecamatan Taman Sari tahun 2023–2024 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penurunan angka OD. Tujuan: Untuk melihat gambaran angka perilaku Open Defecation pada wilayah Kecamatan Taman Sari tahun 2023-2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling, dengan memanfaatkan data sekunder yang tercatat di Puskesmas Taman Sari pada tahun 2023–2024. Hasil: Status OD pada Kelurahan Taman Sari dari tahun 2023 hingga 2024 memiliki jumlah 0. Terdapat penurunan OD pada kelurahan Krukut, Pinangsia, Maphar, dan Tangki. Kelurahan Glodok, Mangga Besar, dan Keagungan tidak terjadi perubahan OD sejak tahun 2023 hingga 2024. Kesimpulan: Pada tahun 2023–2024, Kelurahan Keagungan, Krukut, dan Maphar mencatat angka OD tertinggi. Meskipun di Kelurahan Keagungan terjadi peningkatan jumlah KK dan pembangunan septic tank, namun tidak terjadi penurunan angka OD. Penurunan angka OD tertinggi terjadi di Kelurahan Maphar, sementara capaian OD terendah terdapat di Kelurahan Taman Sari. Beberapa kelurahan seperti Glodok, Keagungan, dan Mangga Besar tidak menunjukkan penurunan angka OD.