Penelitian ini mengkaji fenomena "paradoks produktivitas digital" pada UMKM di Bandar Lampung, sebuah kota Tier-2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi e-commerce dan literasi digital terhadap kinerja keuangan. Menggunakan metode purposive sampling, data dikumpulkan dari 214 pemilik/manajer UMKM dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan menunjukkan lanskap transaksi yang unik di mana Cash on Delivery (COD) tetap menjadi metode pembayaran dominan (78%) akibat adanya celah kepercayaan (trust gap). Hasil statistik menunjukkan bahwa meskipun adopsi e-commerce berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan β = 0,215 dampak langsungnya tergolong marginal. Secara signifikan, literasi digital bertindak sebagai mediator kuat yang memperkuat hubungan antara adopsi e-commerce dan kinerja keuangan β = 0,580. Hal ini mengonfirmasi bahwa sekadar eksistensi di platform tidaklah cukup; kapabilitas digital internal adalah penggerak utama penciptaan kekayaan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa UMKM harus bertransisi dari adopsi pasif menuju kompetensi digital strategis untuk mengoptimalkan arus kas (cash flow) dan keunggulan kompetitif.
Copyrights © 2026