Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian cyberbullying berdasarkan pendekatan metodologi serta fokus kajian yang digunakan dalam berbagai studi ilmiah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data penelitian diperoleh dari berbagai basis data jurnal bereputasi melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 30 artikel ilmiah yang terbit pada rentang tahun 2021–2026 dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kuantitatif mendominasi penelitian terkait cyberbullying, dengan desain yang paling banyak digunakan adalah analisis regresi, survei cross-sectional, dan studi korelasional. Sementara itu, metode kualitatif dan pendekatan Research and Development (R&D) masih digunakan dalam jumlah yang terbatas. Berdasarkan tren penelitian, sebagian besar studi berfokus pada dampak psikologis cyberbullying, faktor risiko, serta peran lingkungan sosial seperti orang tua, teman sebaya, dan iklim sekolah. Selain itu, terdapat pula perhatian pada aspek empati, moral, dan dinamika peran individu sebagai pelaku, korban, dan bystander. Namun demikian, penelitian yang mengarah pada intervensi, program pencegahan, serta kebijakan pendidikan masih relatif sedikit dan belum berkembang secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian cyberbullying masih didominasi oleh pendekatan eksploratif dan korelasional, dengan kecenderungan pada identifikasi masalah dibandingkan solusi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan penelitian yang lebih aplikatif dan inovatif, khususnya melalui pendekatan kualitatif dan R&D. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memetakan arah dan tren penelitian, serta menjadi dasar dalam pengembangan studi selanjutnya yang lebih komprehensif dan solutif.
Copyrights © 2025