Siswa sekolah dasar mengalami hambatan dalam menghapal kosa kata yang telah dipelajari. Ketika siswa dapat menghapal kosa kata tersebut, siswa tidak memahami bagaimana menulisnya.Hal ini dapat diatasi dengan metode dikte yang sejalan dengan teori pembiasaan (behaviorism), teroi akuisisi dan motivasi. Siswa mendengar kata tersebut, menuliskannya dan melafalkannya kembali. Siswa dapat mengetahui secara langsung ketika latihan bahwa kata yang dilafalkan berbeda dengan kata yang ditulis. Ketika hal ini dilakukan berulang-ulang dan menjadi sebuak kebiasaan untuk siswa berlatih maka secara alami akuisisi akan terjadi. Peningkatan penambahan kosa kata dapat terlihat dari rata-rata nilai siswa pada asesmen dan testing. Siswa termotivasi untuk belajar kosa kata karena metode dikte melatih siswa mendengar, menulis dan melafalkan kembali kosa kata tersebut berdasarkan hasil koreksi. Setelah pelatithan ini diharapkan siswa dapat mandiri melakukan metode dikte bersama kelompoknya di kelas yang akan dibimbing oleh guru kelasnya.
Copyrights © 2025