Keselamatan transportasi merupakan aspek krusial dalam menjamin kelancaran operasional distribusi beton, khususnya pada perusahaan yang mengoperasikan armada Mixer Truck. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan keselamatan transportasi di PT. ABC, dengan fokus pada kepatuhan operator terhadap kebijakan dan prosedur keselamatan, efektivitas pengawasan HSE, serta faktor-faktor yang menyebabkan belum optimalnya program K3 transportasi. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator dan petugas HSE, serta penyebaran kuesioner kepada pekerja terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja terhadap kebijakan keselamatan masih rendah, pelaksanaan SOP tidak berjalan konsisten, dan fungsi pengawasan HSE belum efektif dalam memastikan kepatuhan di lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek manusia, sistem, dan budaya keselamatan menjadi penyebab utama belum optimalnya penerapan keselamatan transportasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan, peningkatan pengawasan operasional, perbaikan dokumentasi inspeksi kendaraan, serta pengembangan budaya keselamatan yang lebih proaktif dan berkelanjutan. Dengan penerapan pengendalian yang tepat, perusahaan dapat menurunkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kinerja keselamatan transportasi secara signifikan.
Copyrights © 2026