Destian Adhitama
Universitas Balikpapan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Keselamatan Transportasi Pada Operasional Mixer Truck Di PT. ABC Muhammad Rafli Zaky; Lina Yuliana; Destian Adhitama; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.877

Abstract

Keselamatan transportasi merupakan aspek krusial dalam menjamin kelancaran operasional distribusi beton, khususnya pada perusahaan yang mengoperasikan armada Mixer Truck. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan keselamatan transportasi di PT. ABC, dengan fokus pada kepatuhan operator terhadap kebijakan dan prosedur keselamatan, efektivitas pengawasan HSE, serta faktor-faktor yang menyebabkan belum optimalnya program K3 transportasi. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator dan petugas HSE, serta penyebaran kuesioner kepada pekerja terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja terhadap kebijakan keselamatan masih rendah, pelaksanaan SOP tidak berjalan konsisten, dan fungsi pengawasan HSE belum efektif dalam memastikan kepatuhan di lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek manusia, sistem, dan budaya keselamatan menjadi penyebab utama belum optimalnya penerapan keselamatan transportasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan, peningkatan pengawasan operasional, perbaikan dokumentasi inspeksi kendaraan, serta pengembangan budaya keselamatan yang lebih proaktif dan berkelanjutan. Dengan penerapan pengendalian yang tepat, perusahaan dapat menurunkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kinerja keselamatan transportasi secara signifikan.
Sosialisasi Faktor Human Error Terhadap Keselamatan Transportasi Truck Mixer Menggunakan Pendekatan HFACS Di PT. XYZ Muhamad Nauval Fauzan; Lina Yuliana; Destian Adhitama; Iwan Zulfikar
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor human error yang memengaruhi keselamatan transportasi truck mixer di PT. XYZ dengan menggunakan pendekatan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Pengamatan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan checklist HFACS kepada empat operator truck mixer. Data yang diperoleh mencakup empat level penyebab human error, yaitu Unsafe Acts, Preconditions for Unsafe Acts, Unsafe Supervision, dan Organizational Factors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Factors memiliki persentase tertinggi sebesar 75%, menandakan bahwa sistem organisasi perusahaan telah berjalan cukup baik dalam mendukung aspek keselamatan. Namun, Unsafe Supervision memiliki nilai terendah yaitu 45%, yang mencerminkan kurang optimalnya pengawasan langsung dan pelaksanaan safety briefing di lapangan. Selain itu, faktor Unsafe Acts (55%) dan Preconditions for Unsafe Acts (54%) menunjukkan bahwa perilaku individu dan kondisi kerja masih menjadi penyebab signifikan terjadinya kesalahan manusia. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa human error masih memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan transportasi truck mixer, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan, disiplin berkendara, dan pembinaan perilaku aman untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Sosialisasi Bahaya Fisik Di Area Batching Plant Di PT. XYZ Mery Andani; Lina Yuliana; Destian Adhitama; Widya Mulya
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.918

Abstract

Dalam penelitian mengenai lingkungan kerja di batching plant PT. XYZ, teridentifikasi adanya enam bahaya fisik utama yang diakibatkan oleh aktivitas operasional yang melibatkan peralatan berat. Melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC), ditemukan bahaya kebisingan ekstrem, paparan debu semen, risiko tertabrak alat bergerak, titik jepit pada conveyor, potensi kebakaran, dan risiko ledakan selang. Risiko kebisingan dan debu semen dikategorikan sebagai risiko tinggi, memiliki konsekuensi serius seperti gangguan pendengaran permanen. Evaluasi efektivitas kontrol yang ada, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sistem dust collector, menunjukkan bahwa hasilnya masih kurang optimal. Faktor penghambat utama meliputi ketidakdisiplinan dalam penggunaan APD, pemeliharaan peralatan yang tidak terjadwal, dan kurangnya prosedur tanggap darurat. Disarankan untuk memperkuat sistem kontrol risiko melalui pemeliharaan rutin, pelatihan berkala, serta pengawasan penggunaan APD, demi menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan membangun budaya keselamatan yang lebih baik di area operasional.