Salah satu desa di Jawa Timur memiliki sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani. Sebagai daerah agraris, kegiatan pertanian di desa ini berpotensi menimbulkan paparan bahaya biologi yang tinggi, seperti mikroorganisme, gigitan serangga, serta risiko infeksi akibat bakteri atau parasit yang ada di area persawahan. Kondisi tersebut mendasari dipilihnya desa ini sebagai lokasi penelitian guna mengidentifikasi berbagai faktor risiko biologi di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan beberapa pekerja serta observasi langsung di lapangan. Proses identifikasi bahaya dilaksanakan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai langkah sistematis untuk mengenali potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan strategi pengendalian yang tepat guna mendukung keselamatan dan kesehatan para petani di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025