Perkembangan sektor industri, khususnya pada bidang fabrikasi dan konstruksi, menuntut pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang optimal karena tingginya potensi bahaya yang ditimbulkan, salah satunya pada pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses pengelasan SMAW melibatkan panas tinggi, arus listrik, sinar las, percikan api, serta asap las yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai tingkat risiko serta pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW pembuatan pagar di CV. XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area workshop, wawancara dengan pekerja pengelasan dan pihak terkait K3, serta studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang pekerja pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pengelasan SMAW memiliki berbagai potensi bahaya, antara lain risiko tersengat listrik, paparan sinar las langsung, percikan api las, serta paparan asap las yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan tingkat risiko sangat rendah sebesar 11%, rendah 25%, sedang 36%, dan tinggi 28%. Setelah dilakukan rekomendasi pengendalian berupa pengendalian administratif, pengawasan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD), tingkat risiko mengalami penurunan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis sangat diperlukan untuk meminimalkan kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat pada pekerjaan pengelasan SMAW.
Copyrights © 2026