Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi utama masyarakat Indonesia yang sebaiknya digunakan sesuai kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan. Namun, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami imbuhan karena menganggap pembelajaran imbuhan tidak menarik dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan minat dan keterlibatan aktif peserta didik dalam belajar imbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kelayakan, dan tingkat kepraktisan MENIMBA di kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian ini melibatkan 1 pendidik dan 22 peserta didik kelas V A SD Negeri 018 Samarinda Ulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket. Hasil validasi menunjukkan bahwa MENIMBA termasuk dalam kategori “Sangat Layak” dengan tingkat kelayakan 94% dari validasi ahli media dan 92,85% dari validasi ahli materi. Respon peserta didik termasuk dalam kategori “sangat praktis” dengan persentase sebesar 96% dari uji coba skala kecil dan 91,02% dari uji coba skala besar. Selain itu, hasil uji coba guru mendapat persentase sebesar 100%. Dengan demikian MENIMBA dinyatakan layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran imbuhan.
Copyrights © 2025