Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kekuasaan dan ideologi dalam sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi kurikulum di sekolah menengah di Kalimantan Timur. Kajian ini dilandasi oleh pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan ideologi dan reproduksi kekuasaan negara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa sekolah menengah negeri dan swasta di Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kurikulum serta kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum nasional merefleksikan ideologi dominan negara yang menekankan nilai-nilai nasionalisme, moralitas, dan kepatuhan terhadap otoritas. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum di tingkat sekolah dipengaruhi oleh dinamika lokal, kepemimpinan sekolah, dan interpretasi guru terhadap nilai-nilai ideologis yang terkandung di dalamnya. Relasi kekuasaan terlihat dalam pola top-down kebijakan pendidikan, di mana sekolah memiliki ruang terbatas untuk berinovasi sesuai konteks sosial budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih berperan sebagai arena hegemonik di mana ideologi negara direproduksi melalui proses pembelajaran, meskipun terdapat upaya resistensi dan adaptasi dari aktor-aktor pendidikan di tingkat lokal.
Copyrights © 2025