Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Implementation Of Character Education On Civics Education Subject For Inclusive Students Novita Majid; Warman Warman; Wingkolatin Wingkolatin; Jepopi Selvia
Educational Studies: Conference Series Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/escs.v2i2.1634

Abstract

This study aims to determine the problems of managing inclusive education in elementary schools in Kutai Kartanegara and formulate a model of inclusive school management. Currently, there are 2400 schools that are members of the Indonesian Integrated Islamic School Network. Almost all schools in Jakarta and West Java have been asked by the government to apply the concept of inclusive education, as well as several schools in other areas that have accepted children with special needs. Various problems arise, and it is felt necessary to find a solution to these problems. In particular, this research answers the questions, namely How to Implement Character Education in Civics Subjects for Inclusive Children. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Data was collected through interviews, study of relevant documents and FGD with 6 school leaders from 3 schools providing inclusive education. The results of the study explain that each inclusive child has their own advantages or learning modalities, so that the learning and management services provided by the school adapt to the child's needs. Then for educators in inclusive schools there is also no need to be afraid because teaching students with special needs already has academic qualifications and competence standards. The inhibiting factors that occur in the implementation of character education in Civics subjects for inclusive students are internal factors (from students and school management), as well as external factors (derived from government policies and the implementation of inclusive education). the efforts made by schools in the implementation of character education in Civics subjects for inclusive students are: (1) schools still labeled with special needs children, services are provided by classroom teachers and special teachers work in teams; (2) schools without being labeled with ABK, services are provided by classroom/maple teachers equipped with PLB competencies and working in permanent teams; (3) learning in class is done individually, although there are some children who have the same learning needs; and (4) multimodality-based learning with a multilevel curriculum.
Sejarah Penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang Rahmat Hidayat; Warman Warman; Muhamad Sopyan
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v1i1.560

Abstract

Rahmat Hidayat, 2019. Sejarah Penyiaran Islam di Kampung Masjid di Samarinda Seberang. Dibimbing oleh Dr. Warman, M.Si selaku pembimbing I dan Muhamad Sopyan, M.Pd. selaku pembimbing II. Pembahasan mengenai sejarah penyiaran Islam di Kampung Masjid merupakan salah satu topik menarik yang dibahas dalam skripsi ini. ada beberapa poin yang membuat penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian ini pertama, Penyebaran Islam di Kampung Masjid berasal dari wilayah Sulawesi dan daerah kesultanan Kutai Kartanegara. Kedua, Agama Islam adalah agama yang baru di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Sehingga membuat penulis tertarik untuk membahas mengenai proses perjalanan misi ini. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskrispikan sejarah penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Untuk mendiskripsikan peran masjid Shirotal Mustaqiem sebagai syiar Islam yang ada di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Penelitian ini difokuskan pada tiga masalah Sejarah penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Peran masjid Shirotal Mustaqiem sebagai media syiar Islam. Jenis Penelitan Sejarah. Fokus penelitiannya Sejarah Penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Peran Masjid yang ada di Kampung Masjid Samarinda Seberang. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kritik sumber yaitu kritik ekstren dan kritik intern. Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang diperoleh data bahwa penyiaran Islam dibawa oleh seorang Ulama yang berasal dari Hadramaut Yaman. Dan Masjid Shirotal Mustaqiem sebagai wadah penyiaran Islam di Kampung Masjid Samarinda Seberang yang digunakan sebagai tempat peribadatan dan juga merayakan hari-hari besar Islam. Kata Kunci: Penyiaran Islam, Masjid, Kampung Masjid.
Motivasi Kerja dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Guru Penggerak Melalui Resiliensi di Kabupaten Kutai Timur Tri Agustin Kusumaningrum; Azainil Azainil; Warman Warman
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.960

Abstract

The aim of this research is to explain: 1) The influence of work motivation on the performance of East Kutai Regency driving teachers, 2) The influence of self-efficacy on the performance of East Kutai Regency driving teachers, 3) The influence of resilience on the performance of East Kutai Regency driving teachers, 4) The influence of work motivation on the resilience of driving teachers in East Kutai Regency, 5) The influence of self-efficacy on the resilience of driving teachers in East Kutai Regency, 6) The indirect influence of work motivation on performance through the resilience of driving teachers in East Kutai Regency, and 7) The indirect influence of self-efficacy on the performance of driving teachers through resilience in East Kutai Regency. Type of quantitative research. The research population was school principals and driving teachers for Classes 5, 7 and 8 in East Kutai Regency. The sampling method used proportional sampling of 20 school principals and 51 teachers. Results Based on the results of the research and discussion, it can be concluded as follows: 1) Work motivation has a direct positive effect on the performance of teachers in East Kutai Regency. 2) Self-efficacy has a direct positive effect on the performance of East Kutai Regency driving teachers. 3) Teacher resilience has a direct positive effect on the performance of teachers in East Kutai Regency. 4) Work motivation has a direct positive effect on the resilience of teachers driving East Kutai Regency. 5) Self-efficacy has a direct positive effect on the resilience of teachers driving East Kutai Regency. 6) There is a significant influence between work motivation and performance through the resilience of driving teachers in East Kutai Regency. 7) There is a significant influence between self-efficacy on the performance of driving teachers through resilience in East Kutai Regency.
STUDI IMPLEMENTASI QUIZIZZ SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBDP) Muhlis Muhlis; Warman Warman; Widyatmike Gede Mulawarman; Nihan Kristiyani; Anggra Prima
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.507

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi semakin relevan di era pendidikan modern karena perbedaan gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan siswa. Salah satu cara untuk mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi adalah dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti Quizizz, dalam pengelolaan pembelajaran. Artikel ini membahas studi implementasi Quizizz sebagai alat bantu manajemen pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah menengah pertama dengan metode kualitatif deskriptif, melalui pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memungkinkan guru untuk memberikan penilaian formatif secara real-time, dan memudahkan penyesuaian materi dan evaluasi sesuai kebutuhan individu siswa. Selain itu, Quizizz mendukung interaksi siswa secara aktif dalam pembelajaran SBdP melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.
METODE PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KURIKULUM MERDEKA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA BONTANG Purwoko Purwoko; Wildan Saugi; Widyatmike Gede Mulawarman; Warman Warman; Usfandi Haryaka
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri Kota Bontang, serta dampaknya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi pendidik untuk merancang pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan masing-masing siswa, diharapkan dapat mengembangkan berbagai aspek keterampilan, termasuk kemampuan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks Kurikulum Merdeka serta bagaimana penerapannya dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Melalui analisis literatur dan praktik terbaik, ditemukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat menciptakan ruang yang kondusif bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dengan memberikan tantangan yang sesuai dan memungkinkan siswa untuk berkolaborasi serta berpikir secara mendalam. Metode pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada pendekatan yang mengakomodasi perbedaan individu siswa, baik dari segi minat, kemampuan, maupun gaya belajar. Penelitian ini penelitian Tindakan kelas dengan menggunakan siklus sebagai pembanding,  pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terlihat dari peningkatan keterampilan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah secara kreatif. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam penerapan metode ini, antara lain keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan bagi pendidik.
Pengaruh Servant Leadership dan Beban Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Guru dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Kecamatan Kaubun Nur Haryanti; Nurlaili Nurlaili; Azainil Azainil; Widyatmike Gede Mulawarman; Laili Komariyah; Warman Warman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The demand to improve the quality of education at the elementary and junior high school levels has made teacher work effectiveness a critical indicator of institutional success. In this context, the principal's leadership and the workload faced by teachers are dominant factors influencing their motivation and performance. Principals who apply servant leadership are believed to be capable of creating a supportive and collaborative work environment, thereby potentially increasing teachers' motivation and work effectiveness. However, on the other hand, the high workload serves as a serious obstacle that can reduce teacher enthusiasm. This study aims to determine how servant leadership and workload affect teacher work effectiveness, both directly and indirectly, through work motivation as an intervening variable. This research is limited to elementary and junior high school teachers in Kaubun District. It employs a quantitative approach with a survey method. The population consists of all elementary and junior high school teachers in Kaubun District, totaling 207 teachers. The sample was determined using proportionate random sampling based on the Slovin formula, resulting in 137 respondents. Data analysis tools included SPSS and the Sobel calculator to test the intervening variable. The findings reveal that servant leadership has a positive and significant effect on teacher work effectiveness (0.174), while workload has a significant negative effect (-0.325). The indirect influence tested using the Sobel calculator shows that work motivation mediates the effect of servant leadership and workload on teacher work effectiveness. The significance values for the mediation of servant leadership and workload through work motivation were both 0.000 (Path I and Path II), indicating that work motivation successfully mediates these effects. The conclusion of this study is that servant leadership directly has a positive effect on teacher work effectiveness, while workload directly has a negative effect. Indirectly, work motivation is able to mediate the influence of both servant leadership and workload on teacher work effectiveness. Keywords: servant leadership, workload, work motivatio, teacher effectiveness, mediation. Abstrak Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama membuat efektivitas kerja guru menjadi indikator penting dalam keberhasilan institusi pendidikan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah dan beban kerja yang dihadapi guru menjadi faktor dominan yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Kepala sekolah yang menerapkan servant leadership diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi dan efektivitas kerja guru. Namun, di sisi lain, tingginya beban kerja menjadi hambatan serius yang dapat menurunkan semangat kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini terbatas pada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD dan SMP di Kecamatan Kaubun yang berjumlah 207 guru. Sampel ditentukan menggunakan metode proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh 137 responden. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil servant leadership memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru dengan sebesar 0,174 dan beban kerja memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap efektivitas kerja guru sebesar -0,325. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Nilai Signifikansi pada servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0.000 (Jalur I) dan 0,000 (Jalur II) mengidikasikan bahwa motivasi kerja memediasi pengaruh tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah servant leadership dan secara langsung berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja guru dan beban kerja secara langsung berpengaruh negatif terhadap efektivitas kerja guru. Pada pengaruh tidak langsung motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Kata kunci: servant leadership; beban kerja; motivasi kerja; efektivitas guru; mediasi
Pengaruh Servant Leadership dan Beban Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Guru dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Kecamatan Kaubun Nur Haryanti; Nurlaili Nurlaili; Azainil Azainil; Widyatmike Gede Mulawarman; Laili Komariyah; Warman Warman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The demand to improve the quality of education at the elementary and junior high school levels has made teacher work effectiveness a critical indicator of institutional success. In this context, the principal's leadership and the workload faced by teachers are dominant factors influencing their motivation and performance. Principals who apply servant leadership are believed to be capable of creating a supportive and collaborative work environment, thereby potentially increasing teachers' motivation and work effectiveness. However, on the other hand, the high workload serves as a serious obstacle that can reduce teacher enthusiasm. This study aims to determine how servant leadership and workload affect teacher work effectiveness, both directly and indirectly, through work motivation as an intervening variable. This research is limited to elementary and junior high school teachers in Kaubun District. It employs a quantitative approach with a survey method. The population consists of all elementary and junior high school teachers in Kaubun District, totaling 207 teachers. The sample was determined using proportionate random sampling based on the Slovin formula, resulting in 137 respondents. Data analysis tools included SPSS and the Sobel calculator to test the intervening variable. The findings reveal that servant leadership has a positive and significant effect on teacher work effectiveness (0.174), while workload has a significant negative effect (-0.325). The indirect influence tested using the Sobel calculator shows that work motivation mediates the effect of servant leadership and workload on teacher work effectiveness. The significance values for the mediation of servant leadership and workload through work motivation were both 0.000 (Path I and Path II), indicating that work motivation successfully mediates these effects. The conclusion of this study is that servant leadership directly has a positive effect on teacher work effectiveness, while workload directly has a negative effect. Indirectly, work motivation is able to mediate the influence of both servant leadership and workload on teacher work effectiveness. Keywords: servant leadership, workload, work motivatio, teacher effectiveness, mediation. Abstrak Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama membuat efektivitas kerja guru menjadi indikator penting dalam keberhasilan institusi pendidikan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah dan beban kerja yang dihadapi guru menjadi faktor dominan yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Kepala sekolah yang menerapkan servant leadership diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi dan efektivitas kerja guru. Namun, di sisi lain, tingginya beban kerja menjadi hambatan serius yang dapat menurunkan semangat kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini terbatas pada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD dan SMP di Kecamatan Kaubun yang berjumlah 207 guru. Sampel ditentukan menggunakan metode proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh 137 responden. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil servant leadership memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru dengan sebesar 0,174 dan beban kerja memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap efektivitas kerja guru sebesar -0,325. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Nilai Signifikansi pada servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0.000 (Jalur I) dan 0,000 (Jalur II) mengidikasikan bahwa motivasi kerja memediasi pengaruh tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah servant leadership dan secara langsung berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja guru dan beban kerja secara langsung berpengaruh negatif terhadap efektivitas kerja guru. Pada pengaruh tidak langsung motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Kata kunci: servant leadership; beban kerja; motivasi kerja; efektivitas guru; mediasi