Artikel ini membahas kontribusi faktor internal dan eksternal terhadap kemajuan pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8–13 M). Faktor internal meliputi ajaran Islam, budaya ilmiah, dan dukungan politik dari para khalifah, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh peradaban Yunani, Persia, dan India yang diadopsi melalui gerakan penerjemahan besar-besaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri sinergi antara nilai keislaman dan pengaruh luar dalam membentuk sistem pendidikan Islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan Islam pada masa Abbasiyah lahir dari integrasi antara spiritualitas dan rasionalitas, yang diwujudkan melalui lembaga-lembaga seperti Bayt al-Hikmah dan Madrasah Nizhamiyah. Sinergi antara faktor internal dan eksternal ini melahirkan sistem pendidikan yang holistik, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan modern berbasis nilai dan dialog lintas budaya.
Copyrights © 2025