Penelitian ini membahas pemikiran Ibnu Khaldun mengenai konsep Asabiyyah dan Umran sebagai fondasi utama dalam memahami dinamika sosial dan perkembangan peradaban dalam tradisi intelektual Islam. Melalui metode studi literatur pustaka, penelitian ini menelaah karya monumental Muqaddimah serta sejumlah kajian kontemporer terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asabiyyah merupakan kekuatan solidaritas dan kohesi sosial yang menentukan lahir dan bertahannya sebuah kelompok atau dinasti. Faktor-faktor seperti kekerabatan, agama, kepentingan bersama, dan pengalaman kolektif menjadi unsur penting yang membentuk Asabiyyah. Sementara itu, konsep Umran menggambarkan kehidupan sosial manusia yang meliputi aspek politik, ekonomi, budaya, dan moral, serta menjelaskan siklus perkembangan peradaban dari masyarakat badawi hingga hadhari. Ibnu Khaldun memandang bahwa kemajuan dan kemunduran suatu peradaban sangat bergantung pada kekuatan Asabiyyah dan integritas moral masyarakat. Penelitian ini juga menegaskan relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan Islam, terutama dalam penguatan karakter, solidaritas sosial, dan pembentukan masyarakat berperadaban. Dengan demikian, Asabiyyah dan Umran tidak hanya menjadi teori sosial klasik, tetapi juga menawarkan kerangka analitis yang relevan bagi pembangunan peradaban modern.
Copyrights © 2025