Penelitian tinjauan literatur ini menganalisis integrasi teknologi canggih dan nilai-nilai humanistik dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, khususnya melalui model e-supervisi hibrida. Dalam konteks Society 5.0, transformasi pendidikan menuntut penyeimbangan antara efisiensi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan E-Supervisi dengan pelestarian nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan pengembangan karakter guru. Hasil temuan menunjukkan bahwa penerapan e-supervisi hibrida secara signifikan meningkatkan sistem pengawasan. Model ini menggabungkan alat digital untuk feedback waktu nyata dan bimbingan yang dipersonalisasi dengan pendekatan humanistik, kolaboratif, dan partisipatif. Hal ini tidak hanya meningkatkan literasi digital dan kompetensi profesional guru, tetapi juga mencegah dampak diawasi oleh mesin yang dapat mengurangi otonomi dan motivasi. Peran kepemimpinan humanistik dari kepala sekolah dan pengawas sangat penting dalam menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan empati, komunikasi, dan penumbuhan karakter. Integrasi yang seimbang ini memperkuat iklim kerja kolaboratif, meningkatkan hubungan guru-siswa, dan pada akhirnya, mutu pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan yang menekankan dimensi spiritual dan moral. Secara konseptual, model ini menawarkan kerangka kerja holistik yang memprioritaskan etika digital danpengembangan karakter guru. Penelitian ini merekomendasikan studi kuantitatif lebih lanjut untuk menilai dampak jangka panjang model e-supervisi hibrida berbasis humanisme terhadap kinerja guru dan efektivitas pembelajaran secara lebih luas.
Copyrights © 2025