Penelitian ini menganalisis konstruksi realitas sosial dalam film Kupu-Kupu Kertas karya Emil Heradi dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film tersebut menggambarkan konflik ideologi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 melalui kisah cinta tragis antara dua tokoh utama, Ihsan dan Ning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis denotasi, konotasi, dan mitologi terhadap tanda-tanda visual dan naratif dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini tidak hanya merepresentasikan peristiwa sejarah, tetapi juga membentuk mitos ideologis baru tentang cinta, pengorbanan, dan kemanusiaan di tengah pertentangan sosial-politik. Kupu-Kupu Kertas berfungsi sebagai teks budaya yang menegosiasikan ulang memori kolektif dan identitas sosial bangsa Indonesia pasca-1965.
Copyrights © 2025