Kabupaten Bangkalan yang terletak di Pulau Madura memiliki tempat-tempat wisata yang bagus, seperti pantai, bukit, tempat ziarah dan wisata lainnya. Namun sayangnya, keindahan tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat luas karena kurangnya promosi dari pemerintah setempat. Oleh karena itu, poster wisata digital menjadi salah satu solusi untuk menigkatkan jumlah wisatawan di Bangkalan. Dalam sebuah poster wisata, tentunya terdapat unsur bahasa yang berisi ajakan untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut. Salah satu unsur bahasa yang menarik untuk dikaji adalah penggunaan tuturan direktif ajakan yang. Penelitian ini berupaya untuk mendeksripsikan strategi kesopanan dalam tuturan direktif pada poster digital sebagai upaya untuk mengembangkan wisata di Bangkalan. Poster wisata yang dibuat dengan menggunakan tiga Bahasa yaitu bahasa Indonesia, Madura, dan Inggris perlu dikaji agar masyarakat lebih mengerti tuturan yang disampaikan. Metode peneltian yang digunakan adalah metode deksriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori strategi kesopanan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan direktif yang digunakan di dalam poster dibuat dengan menggunakan strategi kesantunan terus terang (Bald or record) yang berfungsi untuk memberikan informasi secara langsung kepada lawan bicara yaitu untuk mengajak pembaca untuk berkunjung ke tempat wisata di area Bangkalan, Madura. Tidak hanya itu, terdapat satu data menggunakan strategi kesantunan positif dengan menggunakan strategi memahami keinginan mitra tutur. Secara keseluruhan, tuturan yang digunakan sudah menggunakan strategi tuturan yang tepat sesuai dengan konteks pengguna bahasa tersebut. Kata kunci : Poster Wisata Digital, Strategi Kesopanan, dan Tuturan Direktif
Copyrights © 2023