Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna work-life balance (WLB) bagi mahasiswa yang menjalani magang di sektor industri kreatif, menggunakan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa magang di bidang media digital, event organizer, dan start-up, yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna WLB sangat dipengaruhi oleh fleksibilitas kerja, budaya lembur, dan ekspektasi profesional. Mahasiswa merasakan ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, terutama saat jam kerja melewati batas atau adanya pekerjaan di luar jobdesk awal. Beberapa mahasiswa mengalami tekanan psikologis akibat komunikasi di luar jam kerja dan kurangnya batasan peran. Namun, terdapat pula mahasiswa yang mampu menjaga keseimbangan berkat dukungan lingkungan kerja yang sehat, jobdesk sesuai minat, dan kebebasan waktu. Aktivitas seperti self-reward menjadi cara mereka mempertahankan stabilitas emosional. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kebijakan magang yang fleksibel dan berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini juga menegaskan bahwa persepsi selektif mahasiswa terhadap pengalaman magang sangat dipengaruhi oleh struktur organisasi, budaya kerja, serta mekanisme coping individu dalam menghadapi tekanan.
Copyrights © 2025