Abstrak : Kemampuan membaca siswa sering menjadi problematika dalam proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan di kelas 2 SDN 1 Genengan, ditemukan problematika membaca permulaan pada siswa kelas 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika seperti apa yang ada pada siswa kelas 2 dan upaya apa yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode ini menggunakan angket, wawancaa, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Analisis data pada metode penelitian kualitatif ada tiga prosedur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ada 3 orang anak yang mengalami problematika membaca permulaan. Problematika itu diantaranya kurang lancar dalam membedakan bentuk dan bunyi huruf, mengganti dan menggilangkan kata pada kalimat yang dibaca, membaca dengan tersendat-sendat, memenggal atau mengeja kata tidak tepat, membaca dengan menebak kata, mengulang-ngulang kata, tidak lancar dalam melafalkan kata, tidak lancar dalam melafalkan kata yang berimbuhan. Upaya yang dilakukan guru untuk menangani siswa yang memiliki problematika membaca permulaan dengan cara memberikan jam tambahan membaca, menggunakan media khusus untuk menarik minat siswa dalam belajar membaca, memberikan reward apabila siswa mengalami kemajuan dalam membacanya, guru selalu mengkomunikasikan mengenai perkembangan membaca siswa kepada orang tua.
Copyrights © 2024