Tuntutan terhadap keterampilan berbahasa semakin kompleks. Siswa tidak hanya perlu menguasai keterampilan dasar seperti membaca dan menulis, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, berkolaborasi, dan berkreasi. Oleh karena itu, model pembelajaran Bahasa Indonesia di SD perlu dirancang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ini, yang sejalan dengan konsep deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara model-model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pengembangan keterampilan whole language siswa. Metode yang digunakan melibatkan identifikasi kata kunci dalam deskripsi keterampilan bahasa, penetapan bobot numerik berdasarkan hierarki penguasaan, dan kategorisasi hasil ke dalam skala 1-6. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap model pembelajaran memiliki potensi yang berbeda dalam mengembangkan keterampilan berbahasa. Model inkuiri cenderung unggul dalam menyimak dan menulis, sementara model discovery learning dan PBL lebih dominan dalam berbicara. Model kooperatif, meskipun efektif dalam kolaborasi, menunjukkan hasil yang bervariasi dalam pengembangan keterampilan individu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan whole language siswa secara holistik.
Copyrights © 2025