Tangerang Selatan sebagai kota satelit yang dinamis dan berbatasan langsung dengan Jakarta mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Karakteristik masyarakat yang heterogen, urban, serta memiliki daya beli tinggi menjadikan kota ini sebagai pasar potensial bagi bisnis kuliner. Perkembangan pusat keramaian, kawasan hunian modern, dan keberadaan kampus di wilayah seperti Serpong, Bintaro, dan Ciputat mendorong munculnya ribuan UMKM kuliner setiap tahun. Data Dinas Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sektor kuliner menjadi sektor unggulan yang mendominasi UMKM di Tangerang Selatan. Namun, besarnya potensi pasar sejalan dengan tingginya tingkat persaingan. Menjelang 2025, daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga dipengaruhi oleh disrupsi digital, perubahan perilaku konsumen yang menuntut kecepatan dan higienitas, serta persaingan dengan jaringan kuliner franchise besar yang lebih mapan. Oleh karena itu, UMKM kuliner dituntut memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM UMKM kuliner di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Dinas Koperasi dan UMKM serta pelaku UMKM kuliner setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran pelatihan, serta minimnya dukungan dan akses informasi. Meskipun demikian, potensi pengembangan tetap besar. Strategi kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha, didukung pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan proaktif, diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner.
Copyrights © 2026