Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF LEADERSHIP STYLE AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT ADINDA PERMATA MULIA SOUTH TANGERANG Sakti Wicaksono
JURNAL ASIK Vol 4 No 1 (2026): Jurnal ASIK: Jurnal Administrasi, Bisnis, Ilmu Manajemen & Kependidikan
Publisher : BAIK Publishers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59639/asik.v4i1.133

Abstract

This study aims to analyze the effect of leadership style (X1) and work motivation (X2) on employee performance (Y) at PT Adinda Permata Mulia. The research adopts a quantitative approach with an associative causal design. The population consists of 40 employees, and a saturated sampling technique is applied, resulting in 40 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results show that leadership style has a positive and significant effect on employee performance, as indicated by a t-value of 8.345 with a significance level of 0.000 (< 0.05). Work motivation also has a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 9.505 and a significance level of 0.000 (< 0.05). Simultaneously, leadership style and work motivation significantly influence employee performance, as evidenced by an F-value of 61.428, which exceeds the F-table value of 3.25, with a significance level of 0.000 (< 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.769 indicates that 76.9% of employee performance is explained jointly by leadership style and work motivation, while the remaining 23.1% is influenced by other variables not examined in this study. The findings conclude that both leadership style and work motivation play a crucial role in enhancing employee performance. Therefore, organizations are encouraged to strengthen leadership practices and implement effective motivational strategies to achieve sustainable performance improvement
Strategi Pengembangan Kompetensi SDM UMKM Kuliner di Tangerang Selatan untuk Meningkatkan Daya Saing Kenny Astria; Bambang Purnomo Yanuarso; Sakti Wicaksono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9074

Abstract

Tangerang Selatan sebagai kota satelit yang dinamis dan berbatasan langsung dengan Jakarta mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Karakteristik masyarakat yang heterogen, urban, serta memiliki daya beli tinggi menjadikan kota ini sebagai pasar potensial bagi bisnis kuliner. Perkembangan pusat keramaian, kawasan hunian modern, dan keberadaan kampus di wilayah seperti Serpong, Bintaro, dan Ciputat mendorong munculnya ribuan UMKM kuliner setiap tahun. Data Dinas Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sektor kuliner menjadi sektor unggulan yang mendominasi UMKM di Tangerang Selatan. Namun, besarnya potensi pasar sejalan dengan tingginya tingkat persaingan. Menjelang 2025, daya saing UMKM tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga dipengaruhi oleh disrupsi digital, perubahan perilaku konsumen yang menuntut kecepatan dan higienitas, serta persaingan dengan jaringan kuliner franchise besar yang lebih mapan. Oleh karena itu, UMKM kuliner dituntut memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM UMKM kuliner di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Dinas Koperasi dan UMKM serta pelaku UMKM kuliner setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran pelatihan, serta minimnya dukungan dan akses informasi. Meskipun demikian, potensi pengembangan tetap besar. Strategi kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha, didukung pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan proaktif, diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner.