Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa yang menjadi korban perundungan, serta bagaimana perubahan perilaku yang muncul setelah mengikuti layanan tersebut. Kepercayaan diri yang rendah akibat pengalaman perundungan dapat menghambat perkembangan sosial dan akademik siswa, sehingga diperlukan pendekatan khusus melalui layanan konseling dengan teknik role playing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pre-test-post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa kelas VII SMP Negeri 3 Galesong Selatan yang teridentifikasi sebagai korban perundungan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala kepercayaan diri dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa sebelum layanan diberikan, sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri dalam kategori rendah. Setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik role playing, terjadi peningkatan kepercayaan diri yang signifikan. Hal ini diperkuat dengan hasil uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,043 < 0,05. Maka H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan konseling kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan kepercayaan diri korban perundungan di SMP Negeri 3 Galesong Selatan
Copyrights © 2025