Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir

The Meaning of 'Work' in the Qur'an: An Applied Analysis of Bintu Syati’s Anti-Synonymy Theory

Raihan, Raihan (Unknown)
Ramadhani, Wali (Unknown)
Raihan, Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2025

Abstract

The term "work" in the Qur'an is represented by several verbs, namely fa'ala, 'amala, kasaba, and ṣana'a, which generally convey the idea of performing or acting. However, these terms have yet to be comprehensively conceptualized within academic discourse. This study aims to delve into the nuanced meanings of each term within the Qur'anic context. Employing a qualitative method with a linguistic approach, this research utilizes the anti-synonymity theory popularized by the literary scholar Bintu Syāṭi'. According to this theory, each Qur'anic word has a distinct semantic emphasis, making it irreplaceable even by its closest synonym. The findings reveal that each term possesses unique semantic features, rendering them non-interchangeable within the Qur'anic text. The term fa'ala denotes actions that may be intentional or unintentional, performed by humans, animals, jinn, angels, or inanimate objects. The term 'amala refers to deliberate actions carried out by humans, jinn, or animals. The term kasaba signifies effortful work associated with gradual attainment and progression, with its subjects limited to humans. Lastly, the term ṣana'a pertains to skillful creation, involving both divine and human agents. Terminologi kerja dalam al-Qur’an diistilahkan dengan beberapa lafaz yaitu fa‘ala, ‘amala, kasaba, dan ṣana‘a yang secara umum bermakna mengerjakan atau berbuat. Pemaknaan demikian belumlah mendapat konsep yang utuh dan komprehensif dalam dunia akademis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang lebih dalam dari setiap term kerja dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan linguistik serta menggunakan teori antisinonimitas yang dipopulerkan oleh Bintu Syāṭi’ yang berpandangan bahwa setiap kosakata memiliki aksentuasi makna yang berbeda sehingga tidak ada satu kata dalam al-Qur’an yang dapat digantikan dengan kata yang lain walaupun dengan sinonimnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap term kerja memiliki karakteristik tersendiri, sehingga setiap term dalam al-Qur’an mustahil untuk saling menggantikan. Term fa‘ala menunjukkan perbuatan yang dapat dilakukan dengan sengaja maupun tidak dan subjeknya terdiri dari manusia, hewan, jin, malaikat, maupun benda mati. Term ‘amala merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan sengaja yang subjeknya adalah manusia, jin, dan hewan. Term kasaba merepresentasikan pekerjaan yang sering dikaitkan sebagai usaha untuk mendapatkan sesuatu secara bertahap serta memiliki progres dan subjeknya hanyalah manusia. Term ṣana‘a bermakna membuat sesuatu dengan terampil yang subjeknya adalah Allah dan manusia.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

Hermeneutik

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living ...