Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah berbagai aspek pendidikan, dengan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar utama revolusi industri 4.0. AI menawarkan kemudahan, efisiensi, dan inovasi dalam pembelajaran jika dimanfaatkan optimal. Namun, pendidikan Indonesia menghadapi tantangan: guru harus meningkatkan keterampilan digital abad ke-21, termasuk mahir menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar. Kemampuan prompting AI—menyusun instruksi tepat untuk output sesuai kebutuhan—sangat vital, seperti untuk bahan ajar, perangkat pembelajaran, evaluasi, dan referensi.Sayangnya, banyak guru di daerah seperti Kabupaten Enrekang belum menguasai prompting dasar maupun lanjutan. Di SMKN 2 Enrekang, guru familiar dengan komputer dan media digital, tapi pemanfaatan AI minim karena keterbatasan pelatihan, literasi digital rendah, dan pengalaman langsung kurang. Hal ini menurunkan inovasi pembelajaran, membuat siswa kurang adaptif terhadap tantangan zaman.Menyadari hal ini, tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Makassar menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pelatihan AI Prompting bagi 20 guru SMKN 2 Enrekang. Pendekatan partisipatif mencakup pengenalan AI, prompting dasar-lanjutan, aplikasi praktis, pre-test, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman, keterampilan digital, dan sikap positif terhadap AI sebagai asisten profesional.Pelatihan ini mempercepat transformasi digital pendidikan daerah, memperkuat kompetensi guru menghadapi globalisasi, dan menciptakan lingkungan belajar inovatif. Direkomendasikan untuk diperluas ke sekolah lain guna dampak berkelanjutan
Copyrights © 2025