Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama usia 6–12 bulan, yang rentan mengalami komplikasi hingga memerlukan perawatan inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan yang dirawat inap di RSIA Ananda periode Januari–Juni 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 bayi menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,014), metode persalinan (p = 0,003), dan kepadatan keluarga (p = 0,025) dengan kejadian diare, sedangkan berat badan lahir rendah (p = 0,772), usia gestasi (p = 0,978), sanitasi lingkungan (p = 0,904), sumber air minum (p = 0,095), dan pendidikan ibu (p = 0,620) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami diare 3,67 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (OR = 3,67; 95% CI = 1,46–9,24; p = 0,006), bayi yang dilahirkan melalui metode sectio caesarea memiliki risiko diare 4,53 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan normal (OR = 4,53; 95% CI = 1,66–12,35; p = 0,003), dan bayi yang tinggal dalam keluarga dengan kepadatan hunian padat berisiko mengalami diare 5,34 kali lebih besar dibandingkan hunian tidak padat (OR = 5,34; 95% CI = 1,40–20,32; p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif, metode persalinan, dan kepadatan keluarga merupakan determinan kejadian diare pada bayi usia 6– 12 bulan.
Copyrights © 2026