Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON TAHUN 2020 Dwi Prihati Ningsi Ikro; Rini Fitriani; Rosdianah Rahim; Ulfah Rimayanti; Ibrahim Manda
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 4, No 2 (2021): ILMU KESEHATAN
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v4i2.4951

Abstract

AbstrakStatus gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Anak yang kekurangan gizi pada usia balita akan tumbuh pendek, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan jaringan otak yang dapat memengaruhi tingkat kecerdasan otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pasarwajo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton tahun 2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pengukuran BB/U dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berusia 12-59 bulan yang berjumlah 146 sampel kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan sig p0,05. Nilai p-value dan OR untuk masing-masing variabel didapatkan tingkat pendidikan ibu p=0,000 dan OR= 2,659, riwayat penyakit infeksi p=0,000 dan OR=9,488, riwayat pemberian ASI eksklusif p=0,000 dan OR=7,083, pendapatan orangtua p=0,000 dan OR=8,449, dan jumlah anak p=0,090 dan OR=1,736.  Kata Kunci : faktor risiko, gizi kurang, balita 
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Perilaku Emosional dan Hiperaktif-Inatensi Pada Remaja Andi Nurul Hidaya Azzahara; Ulfah Rimayanti; Arlina Wiyata Gama; Trisnawaty
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 7 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v7i1.35343

Abstract

Backgrounds Adolescence is a physical and mental development period that various factors could influence. Aims This research aims to determine the relationship between the duration of gadget use and emotional symptoms and hyperactivity disorder in adolescents. Methods This research is a cross-sectional study with a quantitative approach using the Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ) to determine adolescents’ emotional and hyperactivity-inattention behavior. This research is a correlational study in which 142 students at SMA Negeri 4 of Wajo Regency selected as research subjects. We analyze research data using the Chi-Square test with a significance level of 5%. Results The results of the Chi-Square test indicate that the p-value amount to 0.062 (emotional symptoms) and 0.170 (hyperactivity disorder). Emotional symptoms and hyperactivity-inattention indicate a p-value of >0.05 (more than 0.05). Conclusion From this research, there are differences between groups with different duration of gadget use and emotional symptoms, as well as groups with different duration of gadget use and hyperactivity-inattention in adolescents, but they were statistically insignificant.
Hubungan Faktor Individu Dengan Pengetahuan Orang Tua Siswa Tentang Kelainan Refraksi Pada Anak Di MIS Al-Mubarak Imam Nawawi; Ulfah Rimayanti; Andi Irhamnia Sakinah
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1037

Abstract

Refractive disorders are conditions when the image of an object does not form perfectly on the retina due to abnormalities in the eye's optical system, so that vision becomes blurred. The role of parents is very important in detecting refractive errors in children so that prevention can be done more quickly. The aim of this research was to determine the relationship between individual factors and parents' knowledge about refractive errors in children at Al-Mubarak Private Madrasah Ibtida'iyah. This research is quantitative research with an analytical survey method; namely, the researcher only makes direct observations of the variables studied without providing treatment. This research was designed with a cross-sectional study approach. Correlation tests using the Spearman test and the Eta Correlation test did not show a significant correlation in the variables age, gender, education, income and occupation with a P-value > 0.05. Meanwhile, for the information source variable, significant results were obtained with a p-value of 0.000 (<0.05).
Internuclear Ophthalmoplegia with Ipsilateral Abduction Deficit : Half and Half Syndrome Ulfah Rimayanti; Yunita Yunita; Batari T Umar
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 46 No 1 (2020): Ophthalmologica Indonesiana
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35749/journal.v46i1.100024

Abstract

Introduction: Head trauma can often result in the complaint of diplopia. Internuclear ophthalmoplegia (INO) coexists with abduction deficit, introduced as half and half syndrome, is rarely reported. This article presents an INO case with ipsilateral abduction deficit after a head trauma. Methods: A 17-year-old male came with binocular diplopia on horizontal gaze 2 days after a head trauma. Best corrected visual acuity on both eyes was 6/6. Adduction deficit of contralateral gaze appeared in the right eye associated with an abducting dissociated horizontal nystagmus in the left eye. He also had a moderate under-action of abduction on ipsilateral gaze in the right eye. On up gaze, both eyes were found to have vertical nystagmus. Anterior and posterior segments revealed normal, except minimal chemosis on the right eye, no relative afferent pupillary defect. Brain imaging showed lesions in pons mainly on the right side. Results: Improvement of ocular movement was observed in 2 weeks. Diplopia and mild ocular movement limitation were still found after 6 months. Conclusion: Based on ophthalmologic and systemic examinations the patient had internuclear ophthalmoplegia (half) with ipsilateral abduction deficit (half): half and half syndrome. Head trauma is one of the risk factors of ocular motility disorders.
Hubungan Pembelajaran Daring dengan Tingkat Stres Ibu dalam Mendampingi Anak Usia 7-10 Tahun Aliah, Andita Fitri; Gama, Arlina Wiyata; Rimayanti, Ulfah; Setiawati, Dewi; Sewang, Ahmad
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.1.12-21

Abstract

Akibat dari pandemi Covid -19, WHO menerapkan pembelajaran via daring, merupakan salah satu metode pembelajarani yang menitik beratkani kepada peran orangtua dalam mendampingi anak selama pandemi. Tujuani penelitiani inii untuki mengetahuii hubungani karakteristik dan pembelajaran daring dengan tingkat stres ibu mendampingi anak usia 7-10 tahun di Makassar. Desaini penelitiani yangi digunakani adalahi analitiki observasionali dengani pendekatani penelitian crossi sectional. Penelitian ini dilakukan di SDN Sambung Jawa, terdapat 133 sampel dalam penelitian ini yang memenuhi ktriteria. Pengukuran tingkat stres dan karakteristik ibu menggunakan kuesioner PSI dan kuesioner demografi. Data diolah menggunakan SPSS dengan uji statistik menggunakan Kolmogorov Smirnov untuk menguji kenormalitasan data. Untuk uji normalitas data pada variabel memiliki nilaii signifikasii 0,000i lebih kecili darii 0,05i didapatkan data tersebut tidak menyebar normal kemudian dilanjutkan dengani uji Chi Squarei. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan usia ibu, jumlah anak dengani tingkat stres ibu dalam mendampingi anak usia 7-10 tahun didapatkan hasil yang tidak signifikan sedangkan variabel yang lain didapatkan hasil yang tidak signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN HAID PADA REMAJA WANITA DI SMA KOTA MAKASSAR Thaief, Kurniawan Arham; Setiawati, Dewi; Rahmadhani, Rauly; Rimayanti, Ulfah; Alwi, Zulfahmi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haid adalah kondisi fisiologis yang dialami oleh wanita, kelancaran dan keteraturan haid dapat menjadi gambaran kesehatan reproduksi wanita. Dalam satu siklus haid dapat terjadi gangguan yang beragam, gangguan tersebut antara lain gangguan siklus haid (polimenore, oligomenore, amenorea), gangguan lama haid (menoragia, brakimenore), dan gangguan volume darah (hipermenorhea, hipomenorhea). Faktor-faktor penyebab gangguan saat haid sangat beragam, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan haid pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar dengan jumlah sampel 215. Gangguan lama siklus yang paling banyak adalah polimenorea (29,8%), gangguan lama haid menoragia (37,2%), gangguan pada volume darah haid hipomenorhea (34,0%). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah pendapatan orang tua dan status gizi responden dengan gangguan haid. Hasil p-value 0,003 didapatkan pada hubungan antara status pendapatan orang tua dengan kejadian gangguan siklus haid. Hubungan status gizi diukur melalui IMT (indeks massa tubuh) dengan gangguan siklus dan lama haid dengan p-value 0,000. Metode pengukuran status gizi dengan LILA (lingkar lengan atas) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian lama haid dengan nilai p-value 0,005. Status gizi memiliki tingkat signifikan tinggi dikarenakan adanya hubungan antara pengaturan hormon dengan lemak tubuh. Sehingga dianjurkan kepada para remaja wanita untuk menjaga berat badan dengan pola makan dan aktivitas fisik yang baik. Kata kunci : gangguan haid, pendapatan orang tua, status gizi DOI : 10.35990/mk.v7n3.p273-284
HUBUNGAN LAMA SCREEN TIME DAN JARAK PANDANG PENGGUNAAN GADGET DENGAN KEJADIAN DRY EYE SYNDROME PADA SISWI KELAS 11 SMA NEGERI 1 GOWA DAN PESANTREN SULTAN HASANUDDIN: THE RELATIONSHIP BETWEEN SCREEN TIME LENGTH AND VISIBILITY OF GADGET USE WITH THE INCIDENCE OF DRY EYE SYNDROME IN 11TH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 GOWA AND SULTAN HASANUDDIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Rimayanti, Ulfah; Ningsih, Irma Yusfah; Syuaib, Miswani Mukani; Darmawansyih; M, Dahlan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.715

Abstract

Dry Eye Syndrome (DES) adalah penyakit multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan hilangnya homeostasis lapisan air mata, di mana salah satu penyebabnya karena penggunaan gadget yang berlebihan. Prevalensi DES di dunia berkisar antara 4,4% hingga 50%, sedangkan di Indonesia mencapai 27,5% pada kelompok usia 17-35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama screen time dan jarak pandang penggunaan gadget dengan kejadian DES pada siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Gowa dan Pesantren Sultan Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan cross-sectional, di mana subjek mengisi kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) dan daily log. Pemeriksaan objektif dilakukan dengan tes Schirmer untuk menilai tanda DES. Dari penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan bermakna antara lama screen time dan tes Schirmer (r=0.358 dan P=0.000), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dan kuesioner OSDI (r=0.155 dan P= 0.076), serta jarak pandang penggunaan gadget dan kejadian DES (r=0.135 dan P=0.123 untuk OSDI; r=0.154 dan P=0.077 untuk tes Schirmer). Semakin lama screen time, semakin tinggi angka kejadian DES. Tidak terdapat hubungan antara jarak pandang dengan kejadian DES pada subjek.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA SISWA-SISWI SMP PLUS AL-ASHRI: FACTORS THAT INFLUENCE THE OCCURRENCE OF COMPUTER VISION SYNDROME IN AL-ASHRI PLUS MIDDLE SCHOOL STUDENTS Syauqad, Muhammad; Rimayanti, Ulfah; Tihardimanto, Andi; Azis, Asrul Abdul; Ahmad, Arifuddin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.886

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang semakin pesat telah memasuki tiap aspek kehidupan. Hampir 75% dari aktivitas harian seseorang meliputi penggunaan komputer. Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak yang cukup signifikan, terutama pada kegiatan pembelajaran sekolah yang beralih ke sistem pembelajaran daring dimana melibatkan penggunaan gadget. Hal ini menyebabkan intensitas penggunaan perangkat gadget meningkat sehingga memicu banyaknya keluhan mata akibat melihat layar gadget yang disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian CVS dengan menggunakan CVS-Q guna menilai gejala CVS dari pengguna gadget dan kuesioner perilaku penggunaan gadget guna mengetahui kebiasaan pengguna dalam memakai gadgetnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan di SMP Plus Al-Ashri. Penelitian ini melibatkan 133 siswa yang dikelompokkan sesuai strata kelasnya. Analisis statistik digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian CVS, seperti umur, jenis kelamin, postur tubuh, pencahayaan lingkungan, kelembapan udara, durasi pemakaian, lama pemakaian, frekuensi pemakaian, dan jarak pandang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan pada faktor durasi pemakaian dan kelembapan udara (p<0.05). Kesimpulannya, terdapat dua faktor yang mempengaruhi kejadian CVS pada siswa-siswi SMP Plus Al-Ashri yakni faktor frekuensi pemakaian dan kelembapan udara.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi pada Ibu Hamil: Factors Affecting the Occurrence of Hypertension in Pregnant Women Nurul Annisa; Azizah Nurdin; Andi Tihardimanto; Ulfah Rimayanti; Arifuddin Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4937

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi. Hipertensi dalam kehamilan sering terjadi dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan menduduki peringkat kedua tertinggi penyebab kematian itu setelah perdarahan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah 245 orang di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar periode Januari – Juni Tahun 2022. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 152 orang. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Hasil: Hasil analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (?=0,05). pengaruh antara umur (p=0,000), paritas (p=0,037), stress (p=0,000), obesitas (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), Dari hasil pengujian Chi-Square, didapatkan hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor-faktor umur ibu, paritas, stress, obesitas, aktivits fisik dan riwayat hipertensi dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022.
Hubungan Anemia dalam Kehamilan dengan Kejadian Perdarahan Postpartum: The Association of Anemia in Pregnancy with The Incidence of Postpartum Hemorrhage Aqilah Farah Salsabil; Rauly Rahmadhani; Abdul Rahman; Ulfah Rimayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5160

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah. Perdarahan postpartum, yang menyumbang 19,3% dari semua kematian ibu di Indonesia, adalah penyebab utama kematian bagi wanita hamil. Salah satu faktor risiko perdarahan postpartum adalah anemia. Tujuan: Bertujuan menganalisis hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan frekuensi perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang di Kabupaten Pangkep.. Metode: Desain penelitian menggunakan metodologi case control dan merupakan studi observasional analitik. Dengan total 150 sampel, sampel ini menggunakan rasio 1:1 antara kelompok kontrol dan kasus. Teknik analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data. Dengan uji chi-square dan perhitungan OR. Hasil: hasil uji bivariat pada variabel kadar hemoglobin trimester 1, 2 dan 3 dengan kejadian perdarahan post-partum masing-masing didapatkan hasil yang signifikan secara statistic dengan p sama dengan 0,000 (p<0,05), 0,000 (p<0,05) dan 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ibu yang mengalami anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan post-partum di RSUD Batara Siang. dan hasil OR masing-masing 25,351x, 10,804x dan 35,821x merupakan tingkat risiko untuk mengalami perdarahan post-partum. Dan penyebab perdarahan postpartum diperoleh retensio plasenta (44%), atonia uteri (28%), rupture uteri (18,6%), dan inversio uteri (9,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum, tingkat risiko perdarahan postpartum lebih tinggi pada anemia ditrimester 3 dan penyebab utamanya yaitu retensio plasenta.