Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan dalam menurunkan risiko komplikasi pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kota Langsa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 200 responden yang dipilih melalui teknik area dan purposive sampling. Efektivitas promosi kesehatan diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku, sementara risiko komplikasi dijadikan sebagai variabel utama yang dianalisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko komplikasi. Namun, perilaku muncul sebagai faktor yang paling menentukan dibandingkan dengan pengetahuan dan sikap. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif belum sepenuhnya berdampak pada kondisi klinis tanpa diikuti perubahan perilaku yang konsisten. Dengan demikian, promosi kesehatan dapat dinilai efektif apabila mampu mendorong praktik hidup sehat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi yang berkesinambungan, penguatan dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi promotif yang lebih adaptif dan kontekstual dalam pengendalian DM tipe 2.
Copyrights © 2026