Masalah lingkungan seperti perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan penipisan sumber daya alam semakin memburuk, sehingga diperlukan model pembangunan yang harmonis antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan menelaah fungsi Pendidikan Lingkungan Islam sebagai pendekatan berbasis agama yang menyatukan nilai-nilai syariah, konsep manusia sebagai pemimpin bumi, dan kewajiban etis untuk menjaga keselarasan antara manusia, alam, serta Sang Pencipta; pendekatan ini mengajarkan pengetahuan tentang dampak perilaku manusia, menumbuhkan sikap empati dan tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan praktis seperti konservasi, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan yang sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Keberlanjutan Ekosistem). Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur, dengan pengumpulan data dari jurnal Sinta terakreditasi (2021–2025) yang diseleksi secara ketat, diikuti analisis konten. Hasil penelitian mengungkapkan inovasi utama melalui kerangka holistik Pendidikan Lingkungan Islam yang mengintegrasikan elemen etika-spiritual dari ajaran Islam dengan inovasi ekonomi hijau berbasis syariah, yang belum banyak dibahas dalam literatur konvensional; studi ini juga memberikan wawasan unik tentang interaksi antara kurikulum formal dan non-formal, kegiatan komunitas, serta peningkatan inklusi sosial, sekaligus mengidentifikasi hambatan khusus di Indonesia seperti keterbatasan sumber daya dan rendahnya kesadaran masyarakat, yang membedakannya dari penelitian sekuler yang mengabaikan aspek spiritual dan syariah. Implikasi penelitian mencakup pembentukan generasi yang lebih sadar lingkungan, peningkatan kualitas hidup, pendorongan inovasi berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Copyrights © 2025