Fenomena bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan moral, psikologis, dan sosial peserta didik. Meningkatnya kasus perundungan menunjukkan bahwa sekolah belum sepenuhnya berfungsi sebagai ruang aman bagi siswa. Dalam konteks tersebut, peran guru menjadi sangat krusial, khususnya melalui penguatan pendidikan karakter sebagai strategi pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran guru dalam pencegahan dan penanganan bullying di sekolah ditinjau dari perspektif pendidikan karakter, serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter dominan yang berkontribusi dalam membangun budaya sekolah anti-bullying. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2023–2025 dan diakses melalui database Google Scholar. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penentuan artikel akhir dengan menggunakan parameter PICO (Population, Intervention, Comparator, Outcome). Dari 1.248 artikel awal, sebanyak 21 artikel dinyatakan memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Analisis data menggunakan sintesis tematik dan komparatif terhadap temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran multidimensional dalam pencegahan dan penanganan bullying, meliputi peran sebagai pembimbing moral, teladan perilaku, konselor, mediator, serta penggerak budaya sekolah yang positif. Penerapan pendidikan karakter melalui penanaman nilai empati, toleransi, tanggung jawab, religiusitas, dan kepedulian sosial berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan karakter yang konsisten dan kolaboratif merupakan strategi kunci dalam membangun budaya sekolah anti-bullying yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025