This paper is based on community service activities in Kalitengah village, Tengahtani sub-district, Cirebon, West Java, Indonesia. The aim is to support the batik enterprises towards a more independent, better, and still profit-oriented, even in a pandemic. They have many problems in the sales and marketing system, and do not have a brand logo yet. This paper focused on brand logo design training because the small-medium batik enterprises need a brand logo. The brand logo will help them as a differentiator and identity, develop an online promotion for their business, and earn more profit. The methods used were participatory action research (PAR). The steps are 1) field survey, 2) workshops, 3) mentoring, 4) empowering, and 5) Evaluation and follow-up. The study involved 2 (two) small-medium batik enterprises: Selva Batik and Batik Habibah. The result is the logo of Selva Batik's more contemporary, modern impressions, whereas the logo of Batik Habibah has traditional and decisive impressions. Both logos have represented their enterprises as a part of Batik Pesisir Cirebon and have reached the stage from unbranded to branded as a reference, personality, and icon. Abstrak Tulisan ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung usaha batik menjadi lebih mandiri dan lebih baik namun tetap berorientasi pada keuntungan meskipun dalam situasi pandemi. Mereka memiliki banyak masalah dalam sistem penjualan dan pemasaran dan mereka belum memiliki logo merek. Makalah ini berfokus pada pelatihan desain logo merek karena usaha batik kecil-menengah membutuhkan logo merek. Logo merek akan membantu mereka sebagai pembeda, identitas, dan mengembangkan promosi online untuk bisnis mereka dan mendapatkan lebih banyak keuntungan. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Action Research (PAR). Langkah-langkahnya adalah 1) survei lapangan; 2) lokakarya; 3) pendampingan; 4) Pemberdayaan; 5) Evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini melibatkan 2 (dua) perusahaan batik kecil-menengah; Selva Batik dan Batik Habibah. Hasilnya adalah logo batik Selva lebih terkesan kontemporer dan modern sedangkan logo Batik Habibah terkesan tradisional dan tegas. Kedua logo tersebut telah merepresentasikan usaha mereka sebagai bagian dari Batik Pesisir Cirebon dan telah mencapai tahap dari tidak bermerek menjadi merek sebagai referensi, merek sebagai kepribadian, dan merek sebagai ikon. Kata Kunci: batik; batik Cirebon; desain; merek logo; pelatihan
Copyrights © 2024