Masyarakat perkotaan di Kota Denpasar menghadapi konflik sosial dan organisasi yang meningkat akibat tingginya intensitas interaksi, keberagaman budaya, dan tekanan pekerjaan, yang sering menimbulkan stres pada individu dan kelompok. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tahapan konflik serta memberikan strategi pengelolaan stres. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif-partisipatif, meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus yang disesuaikan dengan konteks lokal. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner pra dan pasca kegiatan, observasi, serta diskusi reflektif untuk menilai perubahan pengetahuan dan persepsi stres peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta tentang tahapan konflik, keterampilan pengelolaan konflik, serta penurunan persepsi stres. Selain itu, kohesi kelompok dan efektivitas komunikasi juga meningkat, menunjukkan dampak positif kegiatan pada kesejahteraan psikososial individu dan kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi partisipatif berbasis konteks efektif sebagai intervensi preventif dalam menurunkan stres dan menciptakan lingkungan sosial serta organisasi yang harmonis di masyarakat perkotaan.
Copyrights © 2025