Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Data RISKESDAS (2023) menunjukkan prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%, dan di wilayah kerja Puskesmas Gerung meningkat menjadi 14% pada tahun 2023. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai anemia dan belum adanya pemanfaatan madu Trigona laeviceps sebagai suplemen alami dalam pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pengenalan suplementasi madu Trigona laeviceps. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi: persiapan dan koordinasi, pendataan dan skrining peserta, edukasi interaktif, pemberian suplementasi madu, serta monitoring kepatuhan konsumsi melalui komunikasi berkala. Sebanyak 25 ibu hamil dengan anemia mengikuti kegiatan ini. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil setelah intervensi. Pada saat pre-test, kategori pengetahuan baik sebesar 34,5%, cukup 55,2%, dan kurang 3,3%. Setelah edukasi dan pengenalan suplementasi madu, pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 68,97%, kategori cukup menurun menjadi 31,03%. Peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk mencegah anemia dan menerima madu Trigona laeviceps sebagai suplemen alami yang aman. Kesimpulannya, kegiatan “Gerakan Ibu Sehat Tanpa Anemia” efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia dan potensi madu Trigona laeviceps sebagai suplemen penunjang peningkatan hemoglobin. Program ini dapat dijadikan model intervensi berbasis potensi lokal untuk mendukung upaya pencegahan anemia pada ibu hamil di fasilitas kesehatan tingkat dasar.
Copyrights © 2025