Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan kapasitas kader kesehatan melalui strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan skrining skilas di wilayah kerja Puskesmas Penimbung Lombok Barat Agus Supinganto; Lalu Unsunnidhal; Idyatul Hasanah; Raudatul Jannah; Ni Ketut Metri; Raufina Riandhani Mulyoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31720

Abstract

AbstrakMeningkatnya populasi lansia menuntut peran aktif kader kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan secara efektif untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini melalui pelatihan skrining Skilas, dengan indikator capaian berupa peningkatan pengetahuan kader di Posyandu Desa Kekeri Timur, wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Lombok Barat pada tanggal 8-9 Pebruari 2025. Kegiatan ini melibatkan 20 kader kesehatan dari Desa Kekeri dan Desa Mambalan melalui pendekatan Fokus Grup Diskusi (FGD), pelatihan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup tujuh dimensi skrining yaitu penurunan kognitif, keterbatasan mobilisasi, malnutrisi, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan gejala depresi. Hasil kegiatan menunjukkan kemampuan kader kesehatan dalam melakukan skrining Skilas dan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dari rata-rata skor 4,56 menjadi 9,77, serta keterampilan dari 3,25 menjadi 9,22. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan untuk mendukung deteksi dini gangguan kesehatan lansia secara mandiri. Kata kunci: kader kesehatan; lansia; pengabdian masyarakat; pelatihan keterampilan; skrining skilas AbstractThe increasing elderly population demands the active role of health cadres in conducting effective health screenings to enable early detection of health disorders. The objective of this activity was to enhance the capacity of health cadres in early detection through Skilas screening training, with the achievement indicator being an improvement in knowledge among cadres at the Posyandu in Kekeri Timur Village, under the jurisdiction of Penimbung Health Center, West Lombok, on February 8–9, 2025. The activity involved 20 health cadres from Kekeri and Mambalan Villages through a Focus Group Discussion (FGD) approach, training sessions, and pre-test and post-test evaluations. The training materials covered seven screening dimensions: cognitive decline, mobility limitations, malnutrition, visual impairment, hearing loss, and symptoms of depression. The results demonstrated that the health cadres were capable of conducting Skilas screenings and showed a significant increase in knowledge scores, from an average of 4.56 to 9.77, as well as skills improvement from 3.25 to 9.22. This training proved effective in enhancing the competencies of health cadres to support independent early detection of health problems among the elderly.Keywords: community service; health cadre; skilas screening; elderly; skill training
Metode Mendeteksi Keberadaan Populasi dalam Memutuskan Siklus Hidup Nyamuk (Pemakaian Ovitrap) Terhadap Pengetahuan dan Motivasi sebagai Upaya Pengendalian Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Mukriani; Musdalifah; Raudatul Jannah; Heny Marlina Riskawaty; Baik Heni Rispawati; M. Khalid Fredy Saputra; Eyastuti Azis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3267

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah padat penduduk dengan sanitasi yang kurang memadai. Salah satu metode efektif dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti adalah penggunaan ovitrap sebagai alat deteksi dini keberadaan telur nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemakaian ovitrap terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi masyarakat dalam upaya pengendalian jentik nyamuk. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berupa pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 50 kepala keluarga diambil secara purposive sampling dari wilayah endemis DBD. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan motivasi serta lembar observasi penggunaan ovitrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pengetahuan (p = 0.001) dan motivasi (p = 0.003) setelah dilakukan intervensi penggunaan ovitrap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ovitrap tidak hanya efektif sebagai alat deteksi, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengendalian vektor DBD. Diperlukan integrasi metode ini dalam program pemberdayaan masyarakat dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.