Penyakit kardiometabolik merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, namun bebannya pada komunitas migran dan transnasional masih kurang terdokumentasi. Sistem surveilans rutin sering kali belum mampu menangkap risiko penyakit tidak menular pada populasi yang tinggal di luar negara asalnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi faktor risiko kardiometabolik pada komunitas migran Indonesia berdasarkan data skrining kesehatan berbasis konsulat di Penang, Malaysia. Studi potong lintang berbasis komunitas dilakukan menggunakan data primer dari program skrining kesehatan sukarela di Konsulat Republik Indonesia di Penang. Individu berusia ≥18 tahun yang mengikuti skrining dinyatakan memenuhi kriteria. Dari 93 peserta, 85 dengan data pengukuran kardiometabolik lengkap dianalisis. Parameter yang dinilai meliputi tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar asam urat; kolesterol total dikeluarkan karena tingginya data hilang (>80%). Analisis deskriptif digunakan untuk merangkum karakteristik peserta, distribusi pengukuran, serta prevalensi faktor risiko utama, dengan eksplorasi berdasarkan kelompok usia. Tekanan darah tinggi ditemukan pada 35,3% peserta, glukosa darah abnormal pada 11,8%, dan hiperurisemia pada 51,8%. Sebanyak 36,5% memiliki sedikitnya satu faktor risiko, dan 37,6% menunjukkan dua atau lebih kelainan bersamaan. Skrining berbasis konsulat mengidentifikasi kelainan kardiometabolik yang berpotensi tidak terdeteksi oleh surveilans konvensional dan dapat mendukung intervensi kesehatan masyarakat lintas negara.
Copyrights © 2026