Permasalahan bullying pada remaja masih menjadi isu psikososial yang signifikan di tingkat komunitas, termasuk di Kelurahan K Kota Surakarta. Mitra dalam kegiatan ini menghadapi kondisi di mana perilaku bullying, seperti ejekan, pengucilan, dan intimidasi verbal, masih dinormalisasi dalam interaksi sehari-hari remaja. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, keterlibatan sosial, serta motivasi pendidikan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mencegah perilaku bullying melalui peningkatan keterampilan sosial remaja serta penguatan peran keluarga dan komunitas. Metode yang digunakan meliputi asesmen awal melalui observasi, wawancara, Focus Group Interview (FGI), dan kuesioner, yang dilanjutkan dengan intervensi berupa pelatihan keterampilan sosial, psikoedukasi kepada orang tua dan kader, serta advokasi kepada stakeholder. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran diri, empati, serta kemampuan komunikasi asertif pada remaja. Selain itu, orang tua dan kader menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan bullying. Kegiatan ini juga mendorong munculnya kesadaran kolektif stakeholder terhadap pentingnya menyediakan ruang aman bagi remaja. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam mengurangi perilaku bullying dan memperkuat kesehatan psikososial remaja
Copyrights © 2026